News Update :
Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Ini Alasan Kenapa Perusahaan Jepang "KEPICUT" dengan Lulusan Indonesia

Penulis : Unknown on Monday, July 7, 2014 | 3:42 PM

Monday, July 7, 2014

Kantor Karier (Career Office) Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Beppu, Jepang, menempatkan para pelajar Indonesia sebagai pelajar paling diincar perusahaan-perusahaan multinasional Jepang. Kemampuan bahasa Jepang dan Inggris para pelajar Indonesia dinilai sangat baik, sebaik kemampuan studi di bidang masing-masing. (Baca: Hebat... Pelajar Indonesia Paling Diincar Perusahaan Jepang!).

Berdasarkan data Career Office Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang, tahun 2013, menunjukkan bahwa job placement rate untuk anak-anak Indonesia pada 2012 mencapai angka 100 persen, sementara pada 2013 lalu turun sedikit hanya 96,7 persen. Pada 2013, sebanyak 73 persen dari total pelajar asal Indonesia di APU pun tercatat paling aktif mencari pekerjaan.

"Jadi, persentase anak Indonesia yang mendapatkan pekerjaan di Jepang itu 65 persen, yang bekerja di Indonesia 17 persen, sedangkan sisanya yang 17,5 persen itu di negara lain atau melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi," kata Masako Posselius, Manager Career Office Ritsumeikan APU, di kantornya di Kampus APU, akhir Juni lalu.

Masih berdasarkan data Career Office APU, pada 2013 lalu, tercatat sebanyak 355 perusahaan Jepang mendatangi APU untuk menggelar rekrutmen tenaga kerja bagi mereka yang baru lulus. Kunjungan dan rekrutmen yang disebut dengan "On Campus Recruiting" itu kerap dijadikan kesempatan bagi para mahasiswa Ritsumeikan APU, khususnya mahasiswa tingkat III dan IV, untuk mulai merancang job hunting.

"Karena pada saat itu para mahasiswa hanya mulai fokus pada akhir masa studinya dan serius dengan aktivitas riset mereka untuk menyelesaikan studi. Sejauh ini, para alumnus dan perusahaan selalu puas dengan capaian anak-anak Indonesia yang mereka rekrut," kata Masako.

Menanggapi hal itu, alumnus Ritsumeikan APU, Ahmad Hadi Royani atau Royan, mengakui bahwa pengalaman berkomunikasi dengan mahasiswa dari berbagai negara di "kampus internasional" Ritsumeikan APU merupakan pengalaman sangat berharga. Dia sepakat bahwa karena bergaul itulah dia menjadi orang yang sangat percaya diri ketika masuk ke dunia kerja di Jepang.

"Pertama dari kemampuan bahasanya, orang Indonesia itu lebih unggul. Kedua, sebagai orang Indonesia, saya dianggap bisa masuk ke budaya orang-orang Jepang itu. Ketiga, kemampuan berkomunikasi orang-orang Indonesia sangat baik, mungkin bisa dibilang sangat luwes. Kita dianggap lebih mengerti perbedaan," ujar Royan, Sales dan Marketing Consultant di Michael Page International Japan, di Tokyo.  

M Latief/KOMPAS.comBerdasarkan data Career Office Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang, tahun 2013, job placement rate untuk anak-anak Indonesia pada 2012 mencapai angka 100 persen, sementara pada 2013 lalu turun sedikit hanya 96,7 persen.
Royan mengakui, semasa kuliah, pencapaian prestasi akademiknya terbilang biasa saja. Namun, dia termasuk anak yang aktif berorganisasi, menjadi volunter untuk bermacam kegiatan kampus, dan kerja sambilan. Dari situlah keluwesan bergaul, kemampuan berkomunikasi, dan kefasihan berbahasa terasah secara alami. (Baca: Saatnya... Kampus Jadi Ajang "Trial and Error" Bergaul di Dunia Internasional!).

"Secara langsung kita memang tidak dididik menjadi seperti itu karena semuanya berjalan alami ketika menuntut ilmu dan bergiat di kampus. Lingkungan kampus membuat kita seperti itu. Jadi, kalau ke sini cuma belajar, enggak akan dapat apa-apa," ujar Royan.

Track yang benar

Berdasarkan survei Carrier Office Ritsumeikan APU pada 2013 lalu, spesifikasi kebutuhan sumber daya manusia yang diinginkan perusahaan-perusahaan internasional Jepang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis (skill) dan potensi akademik. Lebih dari itu, beberapa variabel non-teknis (non-skill) sangat mereka butuhkan dari para sarjana lulusan perguruan tinggi (Sekali Lagi... Jangan Lupakan "Non-Skill"!).

"Kepemimpinan, kemampuan menemukan masalah, kemampuan mengeksekusi rencana, memberi inspirasi orang di sekitarnya, suka belajar dan memperbaiki diri, serta punya semangat kerja sama yang tinggi. Kriteria itulah yang utama," kata Dahlan Nariman, Vice Dean of Admission-Associate Professor Ritsumeikan Asia Pacific University (APU).

"Untuk akademik rata-rata GPA atau IPK anak Indonesia itu 3,00. Sementara itu, yang dianggap paling menonjol dari anak-anak Indonesia itu khususnya dari sisi non-akademik. Para mahasiswa Indonesia dinilai paling kreatif untuk urusan non-akademik dan selalu unggul dibanding anak lain," kata Dahlan.

Melihat kenyataan itu, Director Ritsumeikan Tokyo Office, Shiota Kuninari, mengaku sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa lulusan Indonesia di APU akan seperti saat ini. Pada masa awal berdiri tahun 2000, banyak orang memandang sebelah mata pada APU dengan konsepnya yang dikenal dengan "konsep 50". Kini, ketika industri Jepang maju dan sangat membutuhkan SDM asing, salah satunya dari Indonesia, ia merasa APU sudah berada di trackyang benar. 

"Saya yakin bahwa APU sudah dijadikan model untuk internasionalisasi pendidikan tinggi di Jepang sehingga pemerintah pun kini mendukung banyak perguruan tinggi di sini untuk go international. Jepang agak terlambat dari segi persaingan global di bidang pendidikan, saya akui itu," ujar Shiota.
 
Ucapan jujur Shiota itu ternyata diperkuat oleh pernyataan alumnus Ritsumeikan APU lainnya, Taufan Hadi Pandusegoro. Semasa kuliah, Taufan mengaku dirinya tergolong mahasiswa "tukang main". Istilah "tukang main" adalah mahasiswa yang rajin berorganisasi atau melakukan bermacam kegiatan kampus dan biasa saja dalam prestasi akademik.

"Orang Jepang mengakui bahwa anak-anak Indonesia itu sosok yang rajin, stigma itulah yang sering muncul. Padahal, sejak kuliah kita memang sudah terbiasa bekerja, punya inisiatif ketika ada sebuah masalah di keorganisasian. Jadi, kita memang sudah terbiasa, dan ketika masuk ke dunia kerja, itu bukan masalah lagi," kata Taufan, Production Planner di Fujitsu Ltd di Kawasaki, Jepang.

M Latief/KOMPAS.comIstilah tukang main adalah mahasiswa yang rajin berorganisasi atau melakukan bermacam kegiatan kampus dan biasa saja dalam prestasi akademiknya.
Taufan menuturkan bahwa sebetulnya banyak perusahaan di Jepang yang secara budaya perusahaan belum terhitung sebagai perusahaan global. Bisa dikatakan, perusahaan-perusahaan itu masih dalam tingkat menuju global, meskipun termasuk perusahaan berskala besar.

"Orang Jepang itu kalau mau melakukan sesuatu yang baru sangat lama berpikirnya, itu karakter mereka. Itulah sebabnya, banyak perusahaan Jepang memilih merekrut lulusan asing atau mahasiswa internasional seperti anak Indonesia untuk bekerja di perusahaan mereka, ketimbang lulusan Jepang. Kita diharapkan bisa mengubah budaya kerja di perusahaan mereka. Jadi, banyak kesempatan terbuka luas untuk anak-anak Indonesia yang ingin berkarya," kata Taufan.

http://edukasi.kompas.com/read/2014/07/05/15315571/Tahu.Kenapa.Perusahaan.Jepang.Kepincut.dengan.Lulusan.Indonesia.
comments | | Read More...

Ada Planet Godzilla di Alam Semesta

Ada kelas baru planet di alam semesta yang disebut "Mega-Bumi". 

Planet yang masuk dalam kelas itu merupakan planet batuan seperti Bumi, tetapi memiliki ukuran yang jauh lebih besar, lebih besar dari kelas planet "Bumi Super".

Kelas planet ini dibuat untuk menampung adanya planet batuan baru yang massanya mencapai 17 kali Bumi.

Planet baru yang ditemukan itu bernama Kepler 10c. Dunia superbesar tersebut mengorbit sebuah bintang yang jaraknya 560 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuannya dipresentasikan pada pertemuan American Astronomical Society di Boston.

Astronom mengatakan, planet ini membuat mereka menggaruk kepala. Selama ini, para astronom beranggapan bahwa planet besar cenderung menarik banyak hidrogen sehingga akan lebih mirip Jupiter dan Neptunus.

"Cara yang tepat untuk menyebutnya adalah sesuatu yang lebih besar dari 'Bumi Super', jadi bagaimana dengan 'Bumi Mega'?" kata Dimitar Sasselov dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics seperti dikutip BBC, Selasa (3/6/2014).

Selain menyebut Bumi Mega, Sasselov juga menyebut planet itu sebagai "Godzilla Bumi".

Astronom menemukan Kepler 10-c dengan menggunakan teleskop Kepler. Mereka menggunakan metode transit, yakni melihat keberadaan planet dengan mengamati peredupan cahaya bintang.

Pada awalnya, dengan metode tersebut, astronom mengetahui bahwa diameter Kepler 10-c adalah 29.000 kilometer.

Langkah selanjutnya, astronom menggunakan instrumen Harps North di Telescope Nazionale Galileo di Canary Islands.

Di sana, astronom mengukur gaya tarik antar-Kepler 10-c dengan bintang induknya hingga akhirnya mengetahui massanya.

"Massanya 17, atau tepatnya, lebih dari 17 kali massa Bumi, dan dengan demikian massa jenisnya 7,5 gram per sentimeter kubik, membuatnya menyerupai massa jenis batuan di Bumi (5,5 gram per sentimeter kubik)," kata Sasselov.

Dengan massa jenis yang lebih tinggi, Sasselov mengatakan bahwa planet ini tak berarti memiliki komposisi yang berbeda dengan Bumi. Hanya, planet ini lebih mampat. Persentase air paling besar adalah 5-15 persen.

Yang menarik, usia bintang induk planet tersebut 11 miliar tahun, hanya selisih 2 miliar tahun dari alam semesta sendiri.

"Kepler 10-c mengatakan kepada kita bahwa planet batuan bisa terbentuk jauh lebih awal dari yang kita duga. Dan kalau Anda bisa membuat dunia batuan, Anda bisa memiliki kehidupan," ucap Sasselov. 
http://sains.kompas.com/read/2014/06/03/1140450/Ada.Planet.Godzilla.di.Alam.Semesta
comments | | Read More...

Foto Laptop TOSHIBA Yang Sedang Update

Penulis : Unknown on Thursday, June 12, 2014 | 11:29 AM

Thursday, June 12, 2014

Berikut ini adalah foto-foto laptop toshiba yang sedang proses update

comments | | Read More...

Ini Cara Mencegah "Kematian" Windows XP

Penulis : Unknown on Monday, June 2, 2014 | 11:45 AM

Monday, June 2, 2014

KOMPAS.com - Dukungan Microsoft terhadap sistem operasi Windows XP memang sudah dihentikan pada 8 April lalu. Namun, ada satu cara untuk mengakali agar sistem operasi tersebut masih bisa mendapatkan update security, yaitu dengan mengedit registry.
Walau Windows XP versi konsumer secara resmi dukungannya telah dihentikan, namun masih banyak sistem yang dipakai oleh industri retail, seperti di kiosk, atau mesin-mesin kasir. Sistem itu disebut dengan Windows Embedded Industry yang berbasis Windows XP SP3.
Dengan mengedit registry, pengguna biasa bisa mendapatkan update sistem yang sebenarnya ditujukan untuk versi Windows Embedded Industry tersebut. Update tersebut menurut Digital Trends (29/5/2014) kurang lebih sama saja untuk pengguna OS XP versi umum.
Dengan metode tersebut, maka pengguna XP versi umum akan tetap mendapatkan dukungan update keamanan setidaknya hingga lima tahun ke depan, atau 9 April 2019. Terdapat juga update untuk varian Windows XP 32-bit dan 64-bit.
Namun, perlu diingat bahwa dengan mengutak-atik registry, tentunya juga memiliki risiko, seperti rawan terhadap malware di internet atau serangan siber lain.
Untuk mendapatkan panduan bagaimana cara mengedit registry tersebut, Anda bisa melihatnya dengan mengunjungi tautan berikut ini.
Microsoft belum mengeluarkan pernyataan resminya, apakah akan menutup cara mengakali registry tersebut atau tidak.
comments | | Read More...

Visi Kota Pekanbaru

Pernyataan visi yang dirumuskan oleh aparat penyelenggara pemerintah Kota Pekanbaru menuju tahun 2020 adalah "Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan Dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa".
Visi tersebut diatas mengandung makna sebagai berikut:
Pusat Perdagangan dan Jasa, menggambarkan keadaan masyarakat Kota Pekanbaru yang diinginkan dalam decade 20 tahun kedepan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan dukungan masyarakatnya yang dinamis akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi pusat perdagangan dan jasa di kawasan Sumatera.
Pusat Pendidikan, pemerintah Kota Pekanbaru kedepan akan selalu berusaha untuk memberdayakan masyarakatnya agar dapat berperan serta secara aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rnagka menciptakan pembangunan manusia seutuhnya. Pemberdayaan sumber daya manusia lebih diarahkan kepada terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan formal dan non-formal dibidang keahlian dan kejuruan yang terpadu diikuti dengan upaya penyiapan sarana dan prasarana pra pendidikan sampai perguruan tinggi. Dengan langkah tersebut sangat diharapkan dalam decade 20 tahun kedepan di Kota Pekanbaru akan dapat tersedia sarana pendidikan yang lengkap dan unggul.
Pusat Kebudayaan Melayu merupakan refleksi dari peradaban tatanan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Kota Pekanbaru yang mantap dalam mempertahankan, melestarikan, menghayati, mengamalkan serta menumbuhkembangkan budaya Melayu. Kehendak menjadikan Kota Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan Melayu antara lain akan diarahkan kepada tampilnya identitas fisik bangunan yang mencerminkan kepribadian daerah, adanya kawasan beridentitas adat Melayu serta makin mantapnya kehidupan adapt yang digali dari nilai-nilai luhur Melayu.
Masyarakat Sejahtera merupakan salah satu tujuan kehidupan masyarakat Kota Pekanbaru pada decade 20 tahun kedepan. Dalam kondisi ini dicita-citakan masyarakat akan dapat hidup dilingkungan yang relatif aman, bebas dari rasa takut dan serba kecukupan lahir batin secara seimbangan dan selaras baik material maupun spiritual yang didukung dengan terpenuhinya kualitas gizi, kesehatan, kebersihan dan lingkungan.
Berlandaskan iman dan taqwa merupakan landasan spiritual moral, norma dan etika dimana masyarakat pada kondisi tertentu mempunya pikiran, akal sehat dan daya tangkal terhadap segala sesuatu yang merugikan dengan memperkukuh sikap dan prilaku individu melalui pembinaan agama bersama-sama yang tercermin dalam kehidupan yang harmonis, seimbang dan selaras.

Sumber : http://www.pekanbaru.go.id/visi-kota/
comments | | Read More...

Blogger news

Blogger templates

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Marda Mind . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger